Tuesday, April 26, 2016

Mata Kuliah Informatika Robotika

Robotika dalam dunia komputer mempunyai beragam pengertian, istilah robotika pertama kali berasal dari bahasa Cekoslowakia. Kata robot berasal dari kosakata “Robota” yang berarti “kerja cepat”. Istilah ini muncul pada tahun 1920 oleh seorang pengarang sandiwara bernama Karel Capec. Karyanya pada saat itu berjudul “Rossum’s Universal Robot” yang artinya Robot Dunia milik Rossum. Rossum merancang dan membangun suatu bala tentara yang terdiri dari robot industri yang akhirnya menjadi terlalu cerdik dan akhirnya menguasai manusia. Kata Robotika juga berasal dari novel fiksi sains “runaround” yang ditulis oleh Isaac Asimov pada tahun 1942. Sedangkan pengertian robot secara tepat adalah sistem atau alat yang dapat berperilaku atau meniru perilaku manusia dengan tujuan untuk menggantikan dan mempermudah kerja/aktifitas manusia. Untuk dapat diklasifikasikan sebagai robot, maka robot harus memiliki dua macam kemampuan yaitu: 1) Bisa mendapatkan informasi dari sekelilingnya. 2) Bisa melakukan sesuatu secara fisik seperti bergerak atau memanipulasi objek. Untuk dapat dikatakan sebagai robot sebuah sistem tidak perlu untuk meniru semua tingkah laku manusia, namun suatu sistem tersebut dapat mengadopsi satu atau dua dari sistem yang ada pada diri manusia saja sudah dapat dikatakan sebagai robot. Sistem yang diadopsi dapat berupa sistem penglihatan (mata), sistem pendengaran (telinga) ataupun sistem gerak. Sebuah robot dapat saja dibuat untuk berbagai macam aktifitas, namun sebuah robot harus dibuat dengan tujuan untuk kebaikan manusia.
Anatomi Robot :
image 

Keterangan :
  1. Sensor
  2. Aktuator
  3. Catu Daya
  4. Kontroler
  5. Sistem Komunikasi
  6. Sistem Pemindah
  7. Manipulator/End Effector
  8. Rangka
Sebetulnya anatomi robot yang mirip dengan manusia dari segi fungsinya. Ekivalensi komponen robot dengan anggota tubuh manusia apat dilihat pada tabel ekivalensi komponen robot dengan anggota tubuh manusia. 
Tabel ekivalensi komponen robot :
 

Sensor adalah peranti untuk menerima suatu besaran/sinyal fisik yang kemudian meneruskannya ke kontroler. Terdapat dua jenis sensor pada robot, yaitu sensor internal yang menerima informasi dari bagian robot dan sensor eksternal yang menerima informasi dari lingkungan di luar robot. Contoh dari sensor internal adalah sensor kecepatan atau torsi motor, sedangkan contoh sensor eksternal adalah sensor cahaya, temperatur, suara, tekanan, vision, dan sensor-sensor lainnya.
Aktuator adalah peranti yang menghasilkan gerakan pada robot. Motor listrik, pneumatika, dan hidrolika adalah contoh dari aktuator. Selain output gerakan, pada suatu robot sering kali diperlukan output dalam bentuk lain, misalnya display untuk menampilkan keadaan sensor ataupun aktuator. Display dapat berupa LED, seven segment, ataupun LCD. Robot memerlukan catu daya sebagai sumber tegangan untuk seluruh rangkaian elektronik yang terdapat di dalamnya.
Catu daya atau sering disebut dengan Power Supply adalah sebuah piranti yang berguna sebagai sumber listrik untuk piranti lain. Pada dasarnya catu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa catu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain bentuknya dapat berupa batere, aki, listrik AC (via adaptor), dan sel surya.
Sistem komunikasi adalah setiap data (informasi) yang diberikan pada masing-masing robot merupakan informasi maupun perintah bagi robot untuk mengerjakan suatu, dan alat komunikasi antar robot maupun dengan manusia seperti halnya mulut dan telinga pada manusia.
Sistem pemindah adalah komponen untuk bergerak robot dari satu tempat ke tempat lain, fungsinya seperti halnya kaki pada manusia.
Manipulator adalah bagian mekanik yang dapat difungsikan untuk memindahkan, mengangkat benda kerja, manipulator merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang aktifitas suatu sistem robotika. Dan manipulator (sistem mekanik) merupakan “tulang” / “lengan” / ”tangan” dari sebuah sistem robotika tersebut
Rangka adalah tempat/wadah dari seluruh komponen robot terpasang. Bermacam-macam material dapat digunakan sebagai rangka, di antaranya plastik, kayu, ataupun logam.
Kontroler adalah peranti yang berfungsi untuk mengolah informasi yang diberikan sensor dan kemudian memberikan perintah kepada aktuator untuk melakukan hal tertentu. Misalnya pada suatu robot pencari cahaya, maka jika terdapat cahaya sensor akan memberikan informasi kepada kontroler yang kemudian akan memerintahkan kepada aktuator untuk bergerak mendekati arah cahaya. Kebanyakan kontroler yang digunakan pada robot adalah peranti digital yang dapat diprogram (atau secara umum disebut komputer) karena alasan fleksibilitas. Banyak peranti yang dapat dijadikan kontroler robot, seperti PC, mikrokontroler, PLC serta kontroler digital lainnya (misal FPGA), namun yang paling banyak dipakai (terutama untuk mobile robot) adalah mikrokontroler.
Program atau bahasa pemrograman yang dipergunakan bermacam-macam dari bahasa pemrograman tingkat rendah (bahasa mesin, G-Code), tingkat menengah (assembly, MASM) dan bahasa pemrograman tingkat tinggi (Basic, C/C++, Java, PHP, ASP, DELPHI), hingga bahasa pemrograman visual (misalnya : Microsoft Robotics, Robotic Invention System dari Lego, dan GUI-bot dari Parallax).
Referensi :
  • Branwyn, Gareth, Absolute Beginner’s Guide To Building Robot, Que Publishing, 2003.
  • Braunl, Thomas, Embedded Robotics, Mobile Robot Design and Applications with Embedded Systems, Second Edition, Springer, 2006. Endro Pitowarno, Robotika, Desain, Kontrol, dan Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, 2006.
  • Lindsay, Andy, Robotics with the Boe-Bot, Version 2.2, Parallax Inc., 2004.
  • McComb, Gordon & Predko, Myke, Robot Builder’s Bonanza, Third Edition, McGraw-Hill, 2006.
  • Society of Robots, How to Build Robot Tutorial, (http://www.societyofrobots.com)
  • http://teknikinformatika-esti.blogspot.co.id
  • http://unhas.ac.id
  • http://gunadarma.ac.id
  • https://id.wikipedia.org
  • Google.com 
Materi yg dapat diunduh sbb : Robot1, Robot2, Robot3, Robot4, Robot5, Robot6, Robot7, ... Robotsederhana1, Robotsederhana2, Robotsederhana3, Robotsederhana4, Robotsederhana5,...,etc.

Referensi Branwyn, Gareth, Absolute Beginner’s Guide To Building Robot, Que Publishing, 2003. Braunl, Thomas, Embedded Robotics, Mobile Robot Design and Applications with Embedded Systems, Second Edition, Springer, 2006. Endro Pitowarno, Robotika, Desain, Kontrol, dan Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, 2006. Lindsay, Andy, Robotics with the Boe-Bot, Version 2.2, Parallax Inc., 2004. McComb, Gordon & Predko, Myke, Robot Builder’s Bonanza, Third Edition, McGraw-Hill, 2006. Society of Robots, How to Build Robot Tutorial, (http://www.societyofrobots.com)

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
1) sensor 2)aktuator 3)catu daya 4)kontroler 5)sistem komunikasi 6)sistem pemindah 7)manipulator/end effector 8)rangka Gambar 4 Anatomi suatu mobile robot Gambar 4 menunjukkan komponen mobile robot yang mewakili anatomi suatu robot pada umumnya. Sebetulnya anatomi robot yang mirip dengan manusia dari segi fungsinya. Ekivalensi komponen robot dengan anggota tubuh manusia apat dilihat pada Tabel 1 Ekivalensi komponen robot dengan anggota tubuh manusia.

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

No comments:

Post a Comment